PROFIL


PROFIL 
MA AL-MUSYAWIRIN


A.     Identifikasi Madrasah

             Madrasah merupakan jenis  sekolah umum yang berciri khas agama Islam seyogyanya dapat mempromosikan budaya belajar yang menyeluruh dengan mengintegrasikan aspek-aspek nilai agama Islam dalam Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi, yang dapat menghasilkan lulusan yang terpilih sebagai insan ulil albab (QS. 3 : 190) serta kaffah (QS. 2 : 208).
             Hingga saat ini, apabila ditinjau dari segi integritas kepribadian yang berdasarkan nilai Islami, lulusan Madrasah dapat dinilai lebih baik, dengan bukti tidak adanya siswa Madrasah yang berfenomena nakal.
             Dikotomi yang terjadi dewasa ini antara ilmu pengetahuan dan tekhnologi dengan agama telah terjadi dalam proses pendidikan di Madrasah, tanpa disadari hal ini akan berakibat terjadinya “split personality” atau kepribadian yang tidak utuh pada siswa atau lulusan sehingga Madrasah harus betul-betul dapat menyelenggarakan pendidikan yang menjamin lulusan yang populis, Islami, dan berkualitas. Populis dapat diartikan sebagai lulusan yang dapat memanfaatkan kemampuan bagi masyarakat dan agamanya dengan dapat menyebarkan rahmatan lil’alamiin. Islami dapat diartikan sebagai lulusan berkepribadian Islam yang kaffah. Ketiga aspek itu dapat dicapai melalui suatu proses pembelajaran yang menyeluruh dengan mengintegrasikan aspek emosional (nilai dan sikap), intelektual (memori dan nalar), serta fisikal (keterampilan manual/panca indra) lebih menghadapi tantangan jaman program pemerintah yang mengedepankan sekolah-sekolah kejuruan.
             Kita menyadari bahwa dalam mewujudkan Madrasah yang berkualitas harus maksimal dalam berusaha baik keluar maupun ke dalam Madrasah. Dari sekian banyak tantangan diantaranya adanya penugasan guru yang mismatch dan yang kurang berkelayakan, serta kondisi fasilitas yang belum memadai menyebabkan proses pembelajaran siswa Madrasah cenderung kepada transfer of knowledge, yang menghasilkan kemampuan siswa dalam bentuk hafalan teori pelajaran.


B.     Latar Belakang  

Madrasah Aliyah Modern Al-Musyawirin Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon adalah salah satu lembaga pendidikan setingkat SMA yang dapat disebut juga dengan SMA berciri khas agama Islam. MA Modern Al-Musyawirin Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon didirikan oleh Yayasan Pondok Pesantren Karya Pembangunan  Pada tahun pelajaran 1987-1988 MA Modern Al-Musyawirin Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon mulai menerima siswa baru, dimana pada waktu itu animo  masyarakat cukup besar memberikan andil dalam pendirian MA Modern Al-Musyawirin Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.

Dalam perkembangan MA Modern Al-Musyawirin Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, mengalami pasang surut dalam kualitas maupun kuantitas. Walapun demikian MA Modern Al-Musyawirin Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon dalam segi kualitas masih bisa mempertahankan jati dirinya.sebagai pencetak generasi penerus yang berakhlakul karimah karena disuport oleh lingkungan Pondok Pesantren Modern Abu Manhsur.

C.      Visi :
          “Menciptakan tamatan Siswa MA Modern Al-Musyawirin Weru Kabupaten Cirebon, yang mandiri dan berakhlakul karimah”.

Indikator :
1.       Unggul dalam peningkatan prestasi akademik
2.       Unggul dalam kegiatan keagamaan
3.       Berakhakul karimah

Misi :
1.       Meningkatkan prestasi akademis dan non akademis
2.       Menciptakan profesionalisme guru
3.       Membiasakan kehidupan yang religius
4.       Mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif
5.       Mengembangkan kreatifitas guru dan siswa


D.       Kurikulum
  1. Madrasah memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
  2. Sebagian besar guru mengetahui isi dokumen KTSP.
  3. Struktur kurikulum madrasah mengacu pada peraturan pemerintah dan permendiknas, dengan penyesuaian terhadap kondisi dan kebutuhan madrasah.
  4. Muatan lokal keagamaan, mengacu pada kurikulum bersama madrasah dan pondok pesantren.
  5. Pengembangan diri siswa dilaksanakan oleh petugas BK dan Pembina ekstrakurikuler,. Kuantitas dan kualitas masih perlu ditingkatkan.
  6. Pembelajaran berorientasi pada siswa, dengan menggunakan pendekatan dan metode yang variatif untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan belajar lebih bermakna bagi siswa. Kegiatan ini belum secara merata dilakukan oleh seluruh guru.
  7. Pemanfaatan media pembelajaran yang tersedia (Lab. Bahasa dan Lab. IPA) kurang maksimal dikarenakan keterbatasan alat dan kelengkapan dalam Lab tersebut.
  8. Pembelajaran Komputer dan Internet belum maksimal karena jumlah Komputer dan Instalasi Internet tidak sebanding dengan jumlah siswa pada rombongan belajar.
  9. Bahan ajar dimiliki oleh setiap guru, digunakan sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran.
  10. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester. Try out secara berkala untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa.
  11. Out door teaching dan out bond dilakukan disekitar Madrasah atau luar kota sesuai jenjang dan tujuan yang ingin dicapai dilaksanakan 2 kali dalam satu tahun .
  12. kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakn sebagai sarana penyaluran bakat dan kreatifitas siswa. Jenis kegiatannya adalah : Pramuka, Paskibra, PMR, Olah Raga, Marching Band, Pencak Silat, dan Kesenian Islami.

E.                Kegiatan Pembelajaran

Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui system tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri. Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.
Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dan pendidik. Bahan belajar kegiatan tatap muka perjam pelajaran berlangsung selama 45 menit.
Disamping pelaksanaan kurikulum secara umum, MA Modern Al-Musyawirin Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menunjang kepada kegiatan kurikuler. Salah satunya adalah pelaksanaan Muatan Lokal.
Muatan lokal merupakan kegiatan untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokan kedalam mata pelajaran yang ada dan substansi muatan lokal ditentukan oleh pihak madrasah.
Untuk mengembangkan ciri khas Madrasah dan memperhatikan sebagian besar harapan orang tua siswa menyekolahkan putra-putrinya di MA Modern Al-Musyawirin Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon adalah untuk pendalaman agama, dimana pendalaman agama yang diterapkan di MA Modern Al-Musyawirin Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon lebih difokuskan pada pengamalan sehari-hari. Sehingga siswa terbiasa dengan apa yang dipraktekkan di Madrasah seperti tadarus Al-Qur’an, sholat sunnah duha, sholat berjamaah,  sebagai ciri dari MA Modern Al-Musyawirin Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon siswa diberi keterampilan elektronika serta perbengkelan bagi putra dan keterampilan tata busana bagi putri. Hal ini kami terapkan agar lulusan MA Modern Al-Musyawirin Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon bisa terampil bidang ilmu agama, dalam bidang otomotif, elektronika, dan tata busana. Materi lokal dikemas sedemikian rupa dalam bentuk modul yang berisikan materi dasar ke-Islaman atau keterampilan lainnya.

F.     Profil Kelulusan

Lulusan MA Modern Al-Musyawirin Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon selalu komitmen dengan ikatan silaturahim dan telah menjadi agenda rutin setiap ba’da Idul Fitri mengadakan pertemuan. Dari situlah informasi-informasi alumni kami dapatkan dan data alumni angkatan 1989 sampai dengan sekarang an rata-rata para alumni bergelut dibidang usaha, ada pula yang bekerja di lingkungan pemerintah (PNS), dan ada pula yang masih melanjutkan di Perguruan Tinggi.